Livestreaming

Sekitar lebih dari sepuluh tahun yang lalu, istilah influencer belum terdengar gaungnya seperti saat ini. Terlebih lagi istilah baru dalam dunia marketing seperti Key Opinion Leader (KOL). Namun dengan seiring bertambahnya platform media sosial dan jumlah pengguna internet di Indonesia hingga saat ini, juga turut meningkatkan jumlah pengguna media sosial di Indonesia. Media sosial yang dulunya digunakan sebatas untuk bersosialisasi dengan teman dan rekan-rekan, kini juga dijadikan sebagai tempat untuk mengembangkan bisnis atau usaha.

Ada banyak sekali platform media sosial yang ada saat ini. Mulai dari X (dahulu Twitter), Facebook, Instagram, YouTube hingga TikTok. Setiap media sosial punya caranya masing-masing untuk mempromosikan produk ke khalayak ramai.

Lalu bagaimana bisa muncul istilah influencer dan KOL ini?

Influencer dan Media Sosial

Istilah influencer tentunya tak lepas dari peran media sosial atau medsos. Pada awalnya, seseorang yang memiliki status influencer hanyalah selebritas atau selebgram yang punya banyak penggemar. Dengan banyaknya pilihan media sosial yang digunakan saat ini, untuk menjadi influencer kalian tak perlu harus menjadi selebritas atau artis ternama dahulu.

Seseorang bisa dikatakan sebagai influencer apabila memiliki pengaruh yang kuat untuk mempengaruhi persepsi, kebijakan hingga keputusan setiap orang. Untuk dapat mempengaruhi atau mempersuasi ke orang banyak, pada umumnya influencer membutuhkan pengikut atau followers yang banyak di media sosial.

Cara yang digunakan influencer dalam memberikan pengaruh tersebut beragam. Mulai dari membuat konten yang menarik perhatian hingga membangun keterlibatan kepada audiens yang terkait atau relate dengan apa yang dibahas.

Kemampuan influencer dalam mempengaruhi keputusan hingga persepsi masyarakat pun tatkala juga dimanfaatkan oleh brand tertentu untuk mendongkrak penjualan produknya.

Key Opinion Leader (KOL): Bukan Influencer Biasa

Dengan semakin banyaknya influencer yang ada saat ini, juga turut berpengaruh kepada strategi pemasaran yang digunakan untuk suatu produk atau brand. Misalkan suatu produk perawatan kulit (skincare). Saat ini saja sudah ada banyak sekali produk skincare yang dipasarkan di berbagai marketplace daring. Hal tersebut membuat persaingan antar brand skincare semakin ketat.

Dan untuk memenangkan persaingan tersebut, pemilik brand tentunya harus mengatur strategi untuk bisa mengalahkan kompetitor di lini yang sama. Terkadang dengan memanfaatkan influencer saja belum cukup untuk bisa mendongkrak penjualan produk. Dari kondisi tersebut, kini telah ada strategi terbaru lainnya yaitu dengan menggandeng Key Opinion Leader atau KOL.

KOL ini bisa dibilang serupa dengan influencer namun bukanlah influencer biasa. KOL bisa diartikan sebagai seseorang yang berpengaruh dan berperan juga sebagai pakar, expert yang ahli dibidangnya dan berpengalaman dalam suatu hal atau topik.

KOL juga bisa didefinisikan sebagai influencer yang terpercaya dan kredibel karena pengalaman dan keahliannya yang menjadikan opini atau pendapatnya sebagai rujukan atau rekomendasi terkait suatu bidang.

Influencer vs Key Opinion Leader (KOL)

Apabila dibandingkan, influencer tentu tidaklah sama dengan Key Opinion Leader (KOL). Salah satu letak perbedaan antara keduanya yaitu terkait keberadaannya atau presence di media sosial.

Seorang influencer secara umum lebih rutin dan sering untuk menghasilkan konten dan memposting kepada para audiensnya. Karena lebih sering menghasilkan konten ataupun postingan, influencer juga bisa saja mendominasi lini masa atau timeline pada suatu topik di media sosial.

Sementara itu, KOL tidak serutin atau sesering influencer dalam menghasilkan konten kepada para audiens di media sosial. Namun karena keahlian atau pengalamannya dalam suatu bidang, opini atau pendapat yang disampaikan oleh KOL ini akan dengan mudah untuk diterima oleh banyak orang. Opini tersebut juga bisa dijadikan sebagai acuan atau rujukan yang kredibel untuk pengambilan keputusan.

Selain faktor keberadaannya di media sosial, influencer juga memiliki perbedaan dengan KOL dalam hal profesinya. Seseorang yang bertindak sebagai influencer bisa saja memiliki profesi atau pekerjaan yang tidak berkaitan secara langsung atau relate dengan apa yang dibahas di media sosial. Sementara itu untuk KOL, secara umum memiliki profesi atau pekerjaan yang berkaitan langsung dengan topik yang ia sampaikan di media sosial.

Mengapa Butuh Jasa KOL?

Jika dirasa dengan menggunakan influencer tidak cukup untuk mendongkrak penjualan produk, maka disitulah kalian bisa mengubah strategi pemasarannya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan jasa KOL.

Jasa KOL dapat kalian pilih sebagai bagian untuk meningkatkan brand awareness dari suatu produk. Selain itu, jasa KOL juga dapat dipakai untuk meningkatkan kredibilitas atas suatu produk. Sehingga dapat diketahui secara pasti apakah suatu produk tersebut memang berkualitas atau tidak.

Terkait jasa KOL ini, biasanya pemilik brand akan berkolaborasi (collab) dengan seorang KOL yang memiliki keahlian atau kredibilitas sesuai dengan bidangnya. Nantinya KOL tersebut akan menyusun konten terkait suatu brand dan menilai produk tersebut sesuai dengan pengetahuan dan keahlian di bidangnya yang relevan. Sehingga penilaian dan opini KOL atas suatu produk tersebut menjadi lebih ojektif.

Berkembangnya Profesi KOL Specialist

Dengan semakin ketatnya persaingan suatu brand saat ini, banyak perusahaan yang mulai berlomba-lomba untuk menggunakan jasa KOL. Hal ini selanjutnya juga berdampak kepada munculnya profesi baru yaitu KOL Specialist.

Kehadiran profesi baru bernama KOL Specialist ini didukung dengan semakin banyaknya figur atau pihak yang bisa disebut sebagai KOL dalam suatu bidang.

KOL Specialist ini memiliki peran untuk menilai kinerja dari KOL, menentukan KOL yang potensial, melakukan koordinasi dengan KOL terkait campaign dan konten hingga membangun relationship dengan KOL terkait kolaborasi dengan suatu brand.

Selain mengelola kinerja KOL, KOL Specialist juga berperan dalam menentukan perencanaan dan strategi yang tepat untuk meningkatkan engagement atas pemasaran suatu brand.

Mengapa Harus Jasa KOL Rankpillar?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, menggunakan jasa KOL bisa meningkatkan brand awareness hingga penjualan produk. Namun jika kalian memilih KOL yang tidak tepat, justru akan semakin membebani perusahaan dan tidak dapat memenuhi ekspektasi dari para stakeholders. Sehingga penting buat kalian untuk menentukan jasa KOL yang tepat dan sesuai dengan brand yang dimiliki.

Untuk memastikan strategi KOL dapat berjalan dengan baik, kini ada layanan jasa KOL dari Rankpillar yang membantu untuk meningkatkan penjualan brand kalian.

Rankpillar merupakan salah satu MCN (multi channel network) terbesar di Indonesia. Jasa KOL Rankpillar ini mencakup di berbagai platform media sosial, baik untuk platform TikTok, Instagram, YouTube hingga live streaming.

Mengapa Rankpillar yang dipilih? Yang pertama yaitu Rankpillar telah berpengalaman dalam membantu perusahaan besar dalam meningkatkan penjualan produknya. Ada banyak perusahaan ternama hingga start-up yang telah menggunakan jasa KOL dari Rankpillar. Kedua yaitu adanya dukungan dan kolaborasi lebih dari 500.000 KOL. Rankpillar membantu kalian untuk meningkatkan penjualan dan brand awareness dari brand kalian sehingga dapat menjangkau lebih banyak audiens atas produk yang dipasarkan.

Dengan menggunakan jasa KOL yang tepat seperti Rankpillar ini, akan membantu bisnis kalian untuk mencapai target penjualan dan meningkatkan omset bisnis kalian dengan maksimal.

About Author

By Alviansyah K.

Seorang PNS dengan MBTI ISTJ-T. Railways and public transport enthusiast. Suka jalan-jalan, kulineran, ngopi.

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Jurnal Blog Alviansyah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca