jasa live streaming

Jasa live streaming bisa dibilang barang baru di dunia marketing. Saat ini model pemasaran yang sedang nge-tren yaitu model pemasaran secara live streaming. Cara pemasaran aneka barang dan jasa secara live streaming ini banyak ditemui di beberapa platform aplikasi seperti TikTok dan Shopee.

Menjamurnya pemasaran secara live streaming ini juga memunculkan peluang baru yaitu tersedianya jasa live streaming yang bertindak selaku advisor guna membantu pelaku usaha dalam melakukan penjualan dengan metode tersebut.

Model pemasaran produk selalu berevolusi mengikuti perkembangan jaman, tren dan juga teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi saat ini juga memaksa kita untuk beradaptasi dengan teknologi terbaru untuk memanfaatkan peluang yang ada. Baik dalam menjual produk maupun menyusun strategi marketing yang efektif.

Namun sebelum lanjut lebih dalam membahas mengenai model pemasaran barang dan jasa secara live streaming ini, ada baiknya untuk membahas terlebih dahulu model pemasaran yang dulu sempat pernah ada.

Munculnya Infomercial sebagai Model Pemasaran

Di era tahun 90-an hingga 2010-an awal, terdapat salah satu metode atau model pemasaran yang umum digunakan yaitu infomercial. Infomercial ini merupakan akronim dari dua kata yaitu information dan commercial. Metode pemasaran infomercial pada umumnya ditayangkan di televisi dengan konsep seperti acara TV pada umumnya dengan durasi antara 30 menit-1 jam. Berbeda dengan iklan atau pariwara yang durasinya terbatas, hanya sekitar 15 detik-30 detik saja untuk satu slot iklan. Acara infomercial ini membahas mengenai suatu produk yang dijual, hingga fitur yang dimiliki secara lengkap dan mendetil.

Di Indonesia sendiri, acara infomercial mulai muncul pada pertengahan tahun 90-an. Salah satu katalis yang memicu bermunculannya acara infomercial ini yaitu kehadiran televisi swasta di Indonesia saat itu. Tidak hanya itu, masyarakat saat itu juga mulai banyak yang membeli televisi sebagai sarana hiburan saat itu. Dengan bertambahnya jumlah keluarga di Indonesia yang memiliki televisi saat itu, peluang untuk memasarkan produk di televisi juga semakin besar.

Dulu ada yang namanya infomercial DRTV (Direct Response Television) di Indonesia. Acara DRTV ini sempat tayang di beberapa televisi swasta pada jam tertentu, biasanya di luar jam prime time atau saat ada slot tayang yang kosong pada jam tertentu. Pada acara DRTV tersebut, selain menayangkan produk yang dijual, juga menyampaikan informasi mengenai cara pemesanan produk tersebut berupa nomor telepon yang bisa dihubungi.

Teleshopping juga merupakan salah satu bentuk dari infomercial. Istilah teleshopping ini muncul di tahun 2000an. Saat itu, bermunculan pula kanal televisi di Indonesia yang khusus hanya menyiarkan acara infomercial saja setiap harinya, 24 jam nonstop.

Turunnya Pamor Infomercial

Di tahun 2010-an, sudah mulai banyak orang yang tidak menjadikan televisi sebagai sarana hiburan mereka. Banyak yang mulai beralih ke online platform seperti YouTube, Instagram, Twitter/X dan aplikasi mobile lainnya. Meningkatnya pengguna internet dan smartphone juga ikut turut andil dalam hal ini. Dengan adanya hal tersebut, selanjutnya juga berdampak pada strategi pemasaran produk yang telah diimplementasikan. Yang awalnya beriklan dengan konsep infomercial, kemudian berganti dengan cara lain yang dirasa lebih efektif.

Selain itu, cukup banyak masyarakat saat itu yang menganggap acara infomercial ini tidak menarik dan annoying pada waktu tertentu. Misal, saat sedang asik menonton acara olahraga, karena perihal hak siar, tayangan acara olahraga tersebut tiba-tiba diacak menjadi acara infomercial. Hal tersebut membuat acara infomercial menjadi dipersepsikan secara negatif oleh penonton televisi.

Belum lagi bicara soal kehadiran media online baru lainnya seperti blog, forum daring dan yang lainnya. Kehadiran media online tersebut membuat beriklan dengan konsep infomercial semakin tidak diminati lagi.

Beralih ke Platform Media Sosial dan Aplikasi

Dengan semakin banyaknya pengguna media sosial saat ini, metode pemasaran juga ikut berubah mengikuti tren dan gaya hidup saat ini. Di saat pemasaran produk melalui TV dinilai terlalu mahal, pemasaran produk melalui media sosial dinilai bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Pelaku usaha bisa melakukan pemasaran secara leluasa, mendalam dan spesifik dengan melakukan analisis terkait produk yang dijual dengan target pasarnya. Tentunya dengan berbekal analisis data, statistik dan pengukuran lainnya yang bisa dijadikan sebagai indikator.

Bahkan beberapa media sosial juga sempat memiliki fitur belanja, sekaligus sebagai fitur untuk memasarkan produk. Beberapa media sosial yang sempat memiliki fitur tersebut diantaranya yaitu Facebook, Instagram hingga TikTok.

Lebih lanjut, tren belanja secara online juga terus mengalami peningkatan hingga saat ini. Terlebih pada saat pandemi COVID-19 lalu. Sebelum pandemi pun sudah ada banyak aplikasi e-commerce yang ada di Indonesia saat ini. Mulai dari Tokopedia, Shopee, Lazada dan masih banyak lagi.

Model Pemasaran Live Streaming

Pandemi COVID-19 yang lalu bukan jadi penghalang untuk tidak melakukan inovasi dalam melakukan pemasaran produk. Salah satu inovasi dalam dunia marketing saat pandemi kemarin yaitu pemasaran secara live streaming.

Memasarkan produk secara live streaming merupakan cara terbaru bagi pelaku usaha untuk dapat menggaet lebih banyak calon pembeli. Disini penjual atau streamer bisa melakukan pemasaran secara langsung dan interaktif dengan calon pembeli dengan berbekal smartphone, internet, etalase barang yang dijual dan aplikasi untuk melakukan live streaming.

Pemasaran secara live streaming ini sebenarnya memiliki konsep yang hampir mirip dengan pemasaran secara langsung antara penjual dan pembeli secara tatap muka. Yang membedakan adalah media yang digunakan. Dengan melakukan pemasaran produk secara live streaming, pembeli tidak perlu jauh-jauh ke toko untuk bertanya terkait produk yang dijual. Cukup dengan membuka aplikasi, menonton dan mengetik di smartphone, pembeli sudah bisa melakukan pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk yang ditawarkan.

Hingga saat ini sudah ada beberapa aplikasi yang memiliki layanan pemasaran secara live streaming seperti Shopee dan TikTok.

Akan tetapi untuk aplikasi TikTok, khususnya fitur TikTok Shop saat ini sudah dilarang oleh Pemerintah untuk bertindak selaku e-commerce. Mengingat aplikasi TikTok sendiri merupakan aplikasi media sosial, bukan aplikasi e-commerce. Namun kabar baiknya adalah ByteDance, induk dari TikTok berencana untuk membuka layanan e-commerce dengan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia. Maka bukan hal yang mustahil, fitur pemasaran live streaming akan hadir di aplikasi e-commerce terkait.

Kelebihan Pemasaran Secara Live Streaming

Sebagai salah satu cara untuk memasarkan produk, metode live streaming ini memiliki beberapa kelebihan.

Yang pertama yaitu lebih interaktif. Disini calon pembeli bisa melakukan interaksi langsung dengan seller di aplikasi, cukup dengan menonton tayangannya dan mengetik pada smartphone terkait etalase produk yang ingin dibeli. Layaknya bertemu dengan penjual secara tatap muka.

Kedua, calon pembeli tidak perlu datang jauh-jauh ke toko secara langsung untuk memperoleh informasi terkait produk yang tersedia. Sehingga calon pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pergi ke toko yang dituju. Calon pembeli bisa mengunjungi toko seller dan menyaksikan tayangannya dimanapun, kapanpun.

Jasa Live Streaming? Rankpillar Punya Solusinya!

Memasarkan produk secara live streaming memang memerlukan persiapan yang matang. Tidak hanya terkait perangkat dan peralatan yang diperlukan, namun juga mencakup layout yang diperlukan untuk melakukan live streaming, etalase produk yang ditampilkan, host untuk memasarkan produknya dan masih banyak lagi.

Untuk itu, disini Rankpillar sebagai salah satu agensi dibidang digital marketing hadir untuk membantu kalian yang ingin memasarkan produk dengan metode live streaming di platform TikTok dan Shopee.

Mengapa Rankpillar? Karena Rankpillar sudah memiliki pengalaman dalam dunia digital marketing dan telah dipercaya oleh banyak klien dan perusahaan di Indonesia saat ini. Rankpillar juga memiliki cara tersendiri agar penjualan dengan live streaming dapar berjalan dengan sukses. Yaitu dengan mengenali lebih dalam produk yang dijual, peralatan yang mumpuni dan best practice yang tidak dimiliki oleh agensi lain.

Nah, jika kalian memiliki rencana untuk melakukan pemasaran dengan live streaming, kalian bisa menggunakan layanan dari Rankpillar ini untuk mewujudkan keberhasilan bisnis kalian.

Credits:
Image by Freepik

Referensi:
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20231205144155-37-494691/deal-tiktok-shop-gabung-tokopedia-di-ri

About Author

By Alviansyah K.

Seorang PNS dengan MBTI ISTJ-T. Railways and public transport enthusiast. Suka jalan-jalan, kulineran, ngopi.

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Jurnal Blog Alviansyah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca