Beranda » Kuliner » Bakoel Koffie Cikini: Kedai Kopi Jadul dengan Rasa Mantul

Bakoel Koffie Cikini: Kedai Kopi Jadul dengan Rasa Mantul

Bakoel Koffie Cikini

Setelah beberapa waktu lalu mengulas salah satu kedai kopi di kawasan Blok M, kali ini saya kembali mengulas salah satu tempat ngopi yang ada di Cikini.

Baik kawasan Blok M maupun Cikini sama-sama memiliki tempat kuliner yang enak, rekomen dan bervariasi. Sama-sama memiliki akses transportasi umum yang memadai dan lengkap, membuat kawasan sekitar Blok M maupun Cikini menjadi lebih hidup saat ini.

Sebelumnya saya juga sudah pernah mengulas salah satu tempat ngopi di Cikini. Nah, di Cikini ini juga ada salah satu kedai kopi legendaris, bersejarah, dan tertua di Jakarta, bahkan di Indonesia. Dan kedai kopi ini masih ada hingga sekarang. Namanya yaitu Bakoel Koffie.

Singkat cerita, saya ngopi ke Bakoel Koffie karena bosan sama menu kopi susu kekinian yang itu-itu aja. Saat itu saya ingin mendatangi kedai kopi yang benar-benar otentik. Kalau sebutan dari saya yaitu kedai kopi serius (seriously coffee shop). Yaitu kedai kopi yang tidak hanya menyediakan aneka minuman kopi kekinian yang dominan rasa manis gula saja, tetapi juga rasa kopi yang mantap dan otentik. Dan Bakoel Koffie ini termasuk salah satunya.

Berikut adalah review singkat saya untuk Bakoel Koffie ini.

Lokasi Bakoel Koffie Cikini

Kedai kopi Bakoel Koffie Cikini berlokasi di Jalan Cikini Raya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Tempatnya berseberangan dengan salah satu pusat perbelanjaan di area Cikini yaitu Menteng Huis.

Dari segi lokasi, kedai kopi Bakoel Koffie Cikini lokasinya strategis sekali. Aksesnya cukup mudah dengan berbagai moda transportasi, seperti transportasi umum seperti bus TransJakarta dan angkot Mikrotrans. Kalau tempat parkir, sayangnya area parkir dekat kedai kopi ini jumlahnya terbatas, baik parkir mobil ataupun motor. Salah satu tempat yang tempat parkirnya cukup luas dekat kedai kopi ini terdapat di area mal Menteng Huis.

Kalau dengan transportasi umum, kalian bisa menggunakan bus Transjakarta rute 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) dan angkot Mikrotrans rute JAK 10A (Gondangdia-Cikini via Salemba Raya), turun di bus stop Kantor Pos Cikini.

Sejarah

Kedai kopi Bakoel Koffie ini berdiri pada tahun 1878 di Jakarta. Dan menjadikan kedai kopi ini sebagai kedai kopi tertua yang ada di Indonesia. Itu artinya, kedai kopi ini sudah berusia lebih dari 150 tahun.

Dikutip dari situs Wikipedia dan situs resmi Bakoel Koffie, Bakoel Koffie bermula dari seorang imigran bernama Liauw Tek Soen (Tek Sun) yang mendirikan warung nasi di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta pada tahun 1870. Saat itu, bahan makanan termasuk biji kopi dijual oleh para wanita dengan membawa bakul. Nah, Tek Sun kemudian ditawarkan biji kopi tersebut lalu kemudian menghasilkan menu baru berupa kopi tubruk untuk dijual ke pelanggan warung nasinya. Ternyata menu kopi yang Tek Sun hasilkan justru lebih laris ketimbang menu makanannya. Sehingga Tek Sun kemudian fokus untuk menjual minuman kopi.

Interior di kedai kopi Bakoel Koffie Cikini berisikan sejarah perkopian di dunia, Indonesia hingga berdirinya kedai kopi ini.
Interior dan hiasan di kedai kopi Bakoel Koffie yang menjelaskan sejarah perkopian di dunia, Indonesia, termasuk berdirinya Bakoel Koffie.

Dan pada tahun 1878, Tek Sun membuka sebuah toko yang khusus menjual produk minuman kopi bagi warga Batavia dan sekitarnya. Lalu di tahun 1927, Tek Sun mendirikan sebuah coffee roaster bernama “Tek Sun Ho Eerste Weltevredensche Koffiebranderij”. Pengelolaan toko coffee roaster tersebut kemudian berlanjut dari Tek Sun Ho ke Udjan Widjaja pada tahun 1929. Di tahun 1965, nama “Tek Sun Ho” berubah menjadi “Warung Tinggi” karena kebijakan pemerintah saat itu.

Selanjutnya toko Warung Tinggi ini diteruskan dari generasi ke generasi. Dan di tahun 2001, usaha toko kopi ini diteruskan oleh generasi ke-4 dengan nama “Bakoel Koffie” hingga saat ini.

Vibes, Interior dan Suasana

Saat pertama kali saya ke kedai kopi ini, terasa sekali vibes jadulnya walaupun belum masuk kedalam kedai kopinya. Karena kedai kopi ini berada di sebuah bangunan ruko bergaya era kolonial Belanda yang sudah ada sejak lama di sekitaran Cikini. Tak jauh dari kedai kopi ini, juga terdapat sebuah kantor pos yaitu Kantor Pos Cikini yang juga berdiri di sebuah bangunan bersejarah yang masih dipertahankan keaslian bangunannya.

Ketika masuk ke dalam kedai kopi ini, suasana dan vibes jadulnya semakin terasa dan terlihat dengan jelas. Interior kedai kopi ini dengan mebel jadul seperti kursi dan meja berkayu. Warna coklat sangat mendominasi interior dari kedai kopi ini.

Interior di kedai kopi Bakoel Koffie Cikini.
Interior di non-smoking area di kedai kopi Bakoel Koffie Cikini.

Jika ingin merasakan suasana yang lebih terasa jadulnya, bisa ke lantai atas atau non-smoking area. Di non-smoking area, kalian bisa melihat berbagai dekorasi seperti gambar, poster, lukisan dan berbagai pernak-pernik jadul yang ada di kedai kopi ini. Rasanya seperti memasuki mesin waktu ke jaman era Belanda dulu.

Suasana saat saya berkunjung kesana terasa cukup ramai pada hari kerja di siang harinya. Ada cukup banyak orang yang berdatangan dan mampir untuk ngopi ke kedai kopi ini. Baik untuk bertemu, bersosialisasi, bersantai, hingga bekerja dari kedai kopi atau WFC. Adapun saya sendiri waktu itu kesini untuk ngopi sambil bekerja dan bersantai, menikmati vibes serasa seperti di era Belanda. Mungkin pada saat akhir pekan, terlebih saat sore atau malam hari, kedai kopi ini pasti lebih ramai lagi suasananya.

Buat kalian yang suka foto-foto cantik, terutama yang suka dengan tema vintage, kedai kopi ini cocok sekali untuk mengabadikan momen saat kalian berada di sebuah tempat yang bernuansa jadul.

Menu di Bakoel Koffie Cikini

Menu minuman yang tersedia di Bakoel Koffie.

Bakoel Koffie Cikini sebagai salah satu kedai kopi tentu saja memiliki produk dan menu unggulan yaitu beraneka minuman kopi. Ada berbagai macam minuman kopi yang tersedia di kedai kopi ini. Mulai dari menu kopi yang jadul, hingga menu kopi dengan rasa kekinian.

Berbagai minuman kopi yang tersedia yaitu kopi Black, Americano, Espresso, Macchiato, Picollo, Cappucino, Latte, Ice Koffie, Cold Brew, Ice Latte, Ice Cappucino, dan lain-lain. Selain itu juga tersedia aneka minuman klasik dari Bakoel Koffie seperti Mochamo, Caramello, Choco Lover, dan yang lainnya. Ada pula minuman kopi yang memiliki ciri khas tertentu seperti Tubruk, Kopi Kampong, Vietnamese, dan lain-lain.

Untuk biji kopinya, secara umum menggunakan tiga (3) jenis biji kopi yaitu Black Mist, Heritage 1969, dan Brown Cow. Ketiga jenis biji kopi tersebut juga bisa kalian dapatkan di Bakoel Koffie jika ingin membuat minuman kopi di rumah dengan mesin giling kopi atau roaster.

Bagi yang tidak dapat minum kopi tidak perlu khawatir, karena di Bakoel Koffie juga tersedia minuman non-kopi lain seperti aneka teh, Green Tea Latte, Chocolate, hingga jamu.

Selain minuman kopi, di kedai kopi ini juga menyediakan beraneka menu makanan, mulai dari makanan berat, cemilan, hingga dessert. Untuk dessert, tersedia beberapa menu yang berkaitan dengan kopi seperti Bakoel’s Affogato, Koffie Ice Cream, Koffie Cheesecake, Espresso Tiramisu, dan masih banyak lagi.

Layanan dan Fasilitas

Waktu saya pertama kali dan masuk ke Bakoel Koffie Cikini, ada beberapa pelayan yang sudah standby tak jauh dari meja kasir. Saat saya tiba, pelayan langsung menghampiri saya untuk menanyakan apakah mau di smoking area atau di non-smoking area. Karena saya bukan perokok dan tidak kuat dengan asap rokok, saya memilih di non-smoking area yang terletak di lantai dua.

Saat mengunjungi beberapa kedai kopi di Jakarta ataupun di Depok, saya belum pernah menemukan kedai kopi yang memiliki layanan yang sangat baik seperti di Bakoel Koffie ini. Biasanya saat tiba di kedai kopi, kita langsung saja buat pesanan dan cari tempat kosong yang tersedia, tanpa ada pelayan yang menanyakan mau di area yang mana. Tapi di kedai kopi Bakoel Koffie Cikini ini, berbeda sekali. Sebuah first impression yang baik menurutku untuk kedai kopi ini.

Dan setelah tiba di non-smoking area di lantai dua dan memilih tempat duduk, ternyata di lantai dua ini juga terdapat pelayan yang standby juga. Jadi kalian tidak perlu bolak-balik ke lantai satu atau lantai bawah untuk menghampiri pelayan untuk memesan menu di kedai kopi ini.

Untuk fasilitasnya saya rasa cukup lengkap. Di kedai kopi ini terdapat Wi-Fi gratis, tempat colokan atau charger, kipas angin untuk penyejuk udara, dan lain-lain. Sayangnya untuk colokan jumlahnya agak terbatas. Tidak semua meja yang tersedia dekat dengan tempat colokan, termasuk tempat yang saya duduki saat itu.

Rasa Kopi

Black Koffie di Bakoel Koffie Cikini.
Segelas Black Koffie.

Nah, waktu itu saya memesan menu Black Koffie panas seharga Rp35.000 untuk satu gelasnya. Waktu itu sayangnya saya tidak menanyakan jenis biji kopi untuk menu Black Koffie ini.

Saat pesanan tiba, awalnya gelas berwarna coklat muda seperti bukan kopi hitam. Tapi setelah saya aduk dan tunggu beberapa menit, warnanya menjadi hitam pekat seperti kopi hitam yang sesungguhnya. Rasa kopinya menurutku mantap sekali, kuat dan memberikan efek “ces pleng” di kepala saya. Yang tadinya saya merasa agak ngantuk karena habis makan nasi padang, setelah minum Black Koffie ini rasa kantuk menjadi berangsur berkurang. Dari segi rasanya, kalau tidak salah ingat, ini kopi kayak ada aroma seperti coklat atau kacang dan terasa agak nutty saat saya seruput kopinya.

Harga Menu di Bakoel Koffie Cikini

Harga menu minuman kopi di Bakoel Koffie Cikini bervariasi, mulai dari sekitar Rp35.000 hingga Rp65.000. Lalu untuk menu makanan yang tersedia, baik makanan berat hingga cemilan harganya juga bervariasi mulai dari Rp35.000 hingga Rp120.000.

Di Bakoel Koffie Cikini juga menjual aneka biji kopi seperti Black Mist, Heritage 1969, dan Brown Cow yang harganya sebesar Rp150.000 per bungkusnya.

Cabang

Bakoel Koffie memiliki dua cabang utama. Pertama yaitu di cabang Cikini yang saya datangi ini dan kedua ada di area Bintaro. Untuk yang di cabang Bintaro, lokasinya tepat berada di kawasan Bintaro Sektor 7, tidak jauh dari gedung Griya CIMB Niaga Bintaro.

Kesimpulan: Wajib Coba!

Nah, dari penjelasan dan pengalaman saya saat pertama kali ngopi di kedai kopi Bakoel Koffie Cikini ini, saya jadikan kedai kopi ini sebagai tempat yang direkomendasikan. Di tempat ini, kalian tidak hanya sekadar ngopi saja, tapi bisa menambah pengalaman minum kopi yang sesungguhnya sekaligus menelusuri rasa kopi yang sudah ada sejak jaman Belanda dulu.

Tidak semua kedai kopi memiliki menu kopi dengan rasa otentik seperti di Bakoel Koffie ini. Bagi pecinta kopi, tempat ini wajib kalian masukan sebagai wishlist atau tempat yang wajib kalian kunjungi.

Sembari saya membuat review ini, ternyata saya menyadari masih banyak menu kopi di Bakoel Koffie yang belum pernah saya coba. Dan sepertinya saya akan kembali ke tempat ini untuk menjajal dan eksplor menu kopi lainnya di Bakoel Koffie Cikini ini.

About Author

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Jurnal Blog Alviansyah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Scroll to Top