Beranda » Kereta » Trip Report Naik Kereta Cepat Whoosh! Emang Boleh se-Whoosh Itu?

Trip Report Naik Kereta Cepat Whoosh! Emang Boleh se-Whoosh Itu?

Welcome back again, folks!

Kali ini saya kembali lagi dengan trip report perjalanan dengan kereta api setelah sekian lama saya tidak membuat tulisan trip report seperti ini.Trip report kali ini terasa lebih spesial. Kenapa spesial? Karena pada trip report ini, saya akan menceritakan pengalaman perdana saat menggunakan Kereta Cepat Whoosh dari Jakarta ke Bandung.

Pengalaman saya naik kereta cepat Whoosh ini juga menjadi pengalaman pertama saya seumur hidup menjajal kereta cepat yang ada di dunia saat ini. Bukan di Jepang dengan Shinkansen-nya, Prancis dengan TGV-nya, ataupun China dengan CRH-nya. Tapi di negeri sendiri, di Indonesia.

Kehadiran kereta cepat Whoosh ini memang sudah seperti magnet yah. Banyak orang yang berbondong-bondong dan antusias untuk menjajal kereta cepat Whoosh ini dari Jakarta ke Bandung. Termasuk saya sendiri yang juga sangat antusias sejak awal.

Seperti apa pengalaman saya saat pertama kali naik Whoosh? Simak trip report saya saat naik kereta cepat Whoosh dari Jakarta ke Bandung di bawah ini.

Serba-serbi Kereta Cepat Whoosh

Kereta cepat Whoosh di stasiun KCIC Halim
Kereta cepat Whoosh di stasiun KCIC Halim

Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau yang lebih dikenal dengan nama “Whoosh” ini merupakan kereta cepat pertama yang ada di Indonesia, Asia Tenggara, sekaligus pertama di belahan bumi selatan. Kereta Cepat Whoosh ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dan dalam proses pembangunannya, proyek kereta cepat ini melibatkan tenaga teknis, peralatan serta hal teknis lainnya dari Tiongkok.

Armada kereta cepat yang digunakan ini juga diproduksi dan dibuat di Tiongkok oleh CRRC Qingdao Sifang. Tipe kereta cepat yang digunakan untuk Whoosh ini adalah tipe Fuxing CR400AF, salah satu tipe kereta cepat buatan Tiongkok yang tercepat dengan kecepatan maksimal hingga 420 km/jam. Adapun kecepatan maksimal untuk operasional Whoosh adalah 350 km/jam.

Terdapat 3 (tiga) kelas dalam kereta cepat Whoosh ini. Tiga kelas tersebut yaitu First Class, Business, dan Premium Economy.

Rute dan Stasiun

Saat ini kereta cepat Whoosh memiliki satu rute yang membentang dari Jakarta ke Bandung sejauh 142,3 km. Terdapat 4 (empat) stasiun kereta cepat Whoosh hingga saat ini yaitu stasiun Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Dari keempat stasiun tersebut, hanya stasiun Karawang yang saat ini belum dijadikan sebagai tempat pemberhentian kereta cepat Whoosh.

Integrasi dengan Moda Transportasi Lain

Karena lokasi dari stasiun kereta cepat Whoosh ini letaknya tidak berada di pusat kota, baik di Jakarta maupun Bandung, diperlukan yang namanya integrasi antar moda transportasi untuk memudahkan penumpang menuju ke stasiun kereta cepat atau berpindah dari kereta cepat Whoosh ke transportasi lain.

Di stasiun kereta cepat Halim, terdapat integrasi antara stasiun kereta cepat Halim dengan stasiun LRT Jabodebek Halim. Kalian bisa naik kereta cepat Whoosh ini dengan naik LRT Jabodebek terlebih dahulu dan turun di stasiun LRT Jabodebek Halim.

Selain integrasi dengan LRT Jabodebek, stasiun kereta cepat Halim ini juga terdapat moda transportasi lainnya seperti bus Transjakarta rute 7W dan bus DAMRI.

Sementara itu di stasiun Padalarang, jika turun dari kereta cepat Whoosh dari stasiun ini, kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Bandung dengan kereta Feeder KCJB secara gratis. Selain itu, juga bisa lanjut dengan layanan kereta Commuter Line (non-KRL) yaitu Commuter Line Bandung Raya (Baraya) dan Commuter Line Garut.

Pemesanan Tiket

Ada banyak channel yang bisa digunakan untuk membeli tiket kereta cepat Whoosh. Salah satunya yaitu melalui aplikasi mobile Whoosh atau melalui website resmi KCIC di ticket.kcic.co.id. Bagi pengguna Bank Mandiri, tiket kereta cepat Whoosh juga bisa dipesan melalui aplikasi Livin By Mandiri, di menu Sukha.

Waktu itu saya melakukan pemesanan tiket Whoosh via website resmi KCIC. Sempat agak bingung saat proses pembayarannya karena tidak dijelaskan petunjuk pembayarannya jika pesan via website. Namun pada akhirnya bisa juga dengan melakukan pembayaran via virtual account (VA).

Karena saat itu saya memesan tiket Whoosh secara online, saya tidak perlu melakukan pencetakan tiket fisiknya saat tiba di stasiun pemberangkatan. Tiketnya sendiri berbentuk digital dalam bentuk QR e-ticket yang bisa diakses melalui aplikasi browser seperti Google Chrome.

Trip Report

Nah, sekarang saya mulai cerita trip report saya saat naik kereta cepat Whoosh ini di akhir tahun 2023 yang lalu. Di kesempatan itu, saya menjajal naik kereta cepat Whoosh kelas Premium Economy dari Halim ke Padalarang. Karena waktu itu tujuan utama saya adalah liburan ke pusat kota Bandung.

Waktu itu saya menuju ke stasiun Halim dengan menggunakan taksi supaya kekejar waktunya. Sesampainya di stasiun KCIC Halim, sudah ada banyak tenant atau toko makanan yang buka disana. Ada Indomaret Point, Roti O, Kopi Kenangan, dan masih banyak lagi. Stasiun KCIC Halim ini punya kesan yang lebih luas, lega dan besar jika dibandingkan dengan stasiun kereta utama lainnya seperti stasiun Gambir.

Fasilitas di stasiun KCIC Halim ini tergolong lengkap. Ada toilet, mushola, ruang tunggu, vending machine untuk tiket, dan masih banyak lagi.

Mesin tiket kereta cepat Whoosh di stasiun KCIC Halim
Mesin tiket kereta cepat Whoosh di stasiun KCIC Halim

Saat tiba di stasiun, saya sempat bertanya ke petugas yang sudah standby dekat mesin tiket. Jika sudah memesan tiket secara online, untuk check-in-nya cukup dengan melakukan pemindaian atau scan QR code pada check-in gate.

Nah, untuk proses boarding-nya, kurang lebih hampir sama dengan saat menggunakan kereta api jarak jauh. Hanya saja untuk kereta cepat ini, ditambah dengan pengecekan bagasi ataupun barang terlebih dahulu oleh pihak keamanan stasiun sebelum melakukan boarding.

Jadi sebelum saya melakukan check-in, terlebih dahulu saya masuk ke area pemeriksaan barang terlebih dahulu untuk di scan barang bawaannya. Setelah itu, saya harus menunggu terlebih dahulu hingga waktu check-in dibuka. Saat itu saya naik kereta Whoosh dengan jam pemberangkatan pukul 10.55 WIB dari stasiun KCIC Halim. Adapun gate check-in dibuka 20 menit sebelum pemberangkatan, atau sekitar jam 10.35 WIB. Pada jam 10.35 WIB tersebut, saya baru bisa melakukan proses check-in.

Antrian penumpang kereta cepat Whoosh di gate check-in stasiun KCIC Halim
Antrian penumpang kereta cepat Whoosh di gate check-in stasiun KCIC Halim

Setelah waktu check-in dibuka, barulah saya mengantri di depan gate untuk melakukan proses check-in dan melakukan scan QR code pada tiket digital kereta cepat Whoosh ini. Karena waktu itu lagi musim liburan, ada banyak sekali penumpang yang naik kereta Whoosh ini sehingga menimbulkan antrian yang cukup panjang saat melakukan check-in.

Karena antrian saat check-in-nya panjang sekali, saat tiba di peron stasiun KCIC Halim, saya tidak sempat untuk berfoto-foto di depan moncong kereta Whoosh ini. Takut telat abisnya. Setibanya di peron, saya langsung masuk ke kereta Whoosh ini.

Untuk jam pemberangkatannya, saat itu saya mengambil jam pemberangkatan 10.55 WIB dari stasiun KCIC Halim dan tiba di stasiun KCIC Padalarang dengan jadwal pukul 11.25 WIB. Dengan kata lain, waktu yang dibutuhkan untuk naik kereta cepat Whoosh dari Halim ke Padalarang adalah selama 30 menit saja.

Kursi kereta cepat Whoosh kelas Ekonomi
Kursi kereta cepat Whoosh kelas Premium Economy

Saat itu saya naik di kelas Premium Economy. Nah, untuk kereta cepat Whoosh kelas Premium Economy ini, konfigurasi kursinya yaitu 3-2. Kursinya berbahan beludru, dengan motif seperti awan. Kursinya nyaman untuk diduduki sepanjang perjalanan dan bisa direbahkan juga. Pada kursi juga terdapat bantal kepala yang sudah terpasang untuk meningkatkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Di bagian belakang kursi juga terdapat meja makan yang bisa dilipat untuk menaruh laptop, makanan ataupun botol minuman.

Saya suka dengan interior dari kereta Whoosh ini, terutama dari segi pemilihan warnanya yang tidak terlalu kontras atau ngejreng serta warna lampu yang tidak terlalu menyilaukan mata.

Karena perjalanan ini hanya membutuhkan waktu 30 menit saja, saat itu saya tidak terlalu banyak mengeksplor bagian serta fasilitas yang ada di kereta Whoosh ini seperti toilet, pantry atau area kereta makan. Sepanjang 30 menit perjalanan, saya menghabiskan waktu dengan duduk manis di kursi sambil mengabadikan momen-momen saat kereta cepat Whoosh berangkat, balapan dengan LRT Jabodebek, saat kereta mencapai kecepatan maksimal di 350 km/jam, dan sebagainya. Jadi saat itu saya lebih banyak merekam dengan smartphone untuk mengabadikan momen saat naik kereta cepat Whoosh ini.

Di bawah ini adalah momen yang berhasil saya abadikan selama naik kereta cepat Whoosh ini.

Sepanjang perjalanan, kereta cepat Whoosh ini berjalan dengan mulus, halus, tidak bising, tidak berguncang dan tidak gemblodak. Berbeda sekali jika dibandingkan dengan naik kereta api lainnya seperti KA Argo Parahyangan.

Dalam trip report naik kereta cepat Whoosh ini, saya juga sempat mengukur soal ketepatan waktu perjalanannya. Soal ketepatan waktu perjalanan, untuk kereta cepat Whoosh ini tidak perlu diragukan lagi. Dalam perjalanan ini, kereta cepat Whoosh berangkat tepat waktu dari Halim dan tiba lebih cepat di Padalarang daripada jadwal estimasinya.

StasiunJadwalAktual
Halim10.55 WIB10.55 WIB (tepat waktu)
Padalarang11.25 WIB11.23 WIB (tiba lebih cepat 2 menit)
Tabel: Catatan terkait ketepatan waktu perjalanan dengan kereta cepat Whoosh

Setelah tiba di stasiun KCIC Padalarang pada pukul 11.23 WIB, saya turun dari kereta cepat Whoosh ini untuk melanjutkan perjalanan dari stasiun Padalarang ke stasiun Bandung. Nah, saat tiba di Padalarang, saya harus melalui gate kembali dan melakukan scan QR code kembali untuk berpindah moda dari kereta cepat Whoosh ke Kereta Feeder KCIC.

Untuk Kereta Feeder KCIC ini, hanya berhenti di stasiun Padalarang, Cimahi dan Bandung. Di Kereta Feeder KCIC ini, kalian bisa bebas duduk di kursi mana saja. Hanya saja, waktu itu ada satu kereta di Kereta Feeder KCIC ini yang dikhususkan untuk penumpang kelas Business dan First Class.

Sayangnya, tempat duduk yang tersedia pada Kereta Feeder KCIC ini sangat terbatas. Sehingga penumpang yang tidak kebagian tempat duduk di Kereta Feeder KCIC ini terpaksa berdiri dari Padalarang hingga Bandung, termasuk saya sendiri. Waktu itu saya terlalu asyik untuk mendokumentasikan dan mengabadikan momen spesial saat naik kereta cepat Whoosh ini. Sampai lupa kalau saya juga harus segera naik Kereta Feeder KCIC untuk menuju stasiun Bandung. Untungnya saya masih sempat untuk naik Kereta Feeder KCIC tersebut dan tidak ketinggalan keretanya.

Untuk waktu yang dibutuhkan dari stasiun Padalarang ke Bandung dengan Kereta Feeder KCIC ini kurang lebih sekitar 20 menit.

Jadi, jika ditotal secara keseluruhan, waktu yang dibutuhkan untuk berpergian dari Jakarta ke Bandung dengan kereta cepat Whoosh, termasuk Kereta Feeder KCIC ini adalah selama 55 menit. Lebih cepat jika dibandingkan dengan naik kereta Argo Parahyangan yang membutuhkan waktu sekitar hampir 3 jam.

Kesan dan Kesimpulan

Pengalaman naik kereta cepat Whoosh ini merupakan salah satu pengalaman yang berharga dan berkesan sekali karena baru pertama kali ini saya bisa menjajal kereta cepat di negeri sendiri. Perjalanan dengan kereta cepat Whoosh ini sangat memangkas waktu perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Walaupun ada plus minusnya jika dibandingkan antara naik kereta cepat Whoosh dengan naik kereta api lainnya seperti KA Argo Parahyangan untuk berpergian dari Jakarta ke Bandung dan sebaliknya.

Jika naik kereta cepat Whoosh, kalian perlu berpindah moda transportasi terlebih dahulu jika ingin ke pusat kota Bandung ataupun Jakarta. Sementara jika naik kereta api lain seperti KA Argo Parahyangan, kalian bisa langsung sampai ke pusat kota Bandung ataupun Jakarta, tanpa harus melakukan transit dan berpindah moda transportasi.

Dari segi kecepatan, ketepatan waktu, sejauh ini kereta cepat Whoosh masih jauh lebih unggul dibandingkan dengan kereta api lain seperti KA Argo Parahyangan.

Kalau mau melihat pemandangan saat naik kereta dari Jakarta ke Bandung, lebih baik naik KA Argo Parahyangan ketimbang kereta cepat Whoosh ini.

Dari segi harga tiket, menurut saya harganya cukup kompetitif antara kereta cepat Whoosh kelas Premium Economy dengan KA Argo Parahyangan kelas eksekutif. Dengan harga tiket yang hampir sama antara kedua kereta tersebut, kereta cepat Whoosh menawarkan kecepatan yang tidak dimiliki oleh KA Argo Parahyangan.

Dari segi kenyamanan dalam perjalanan, bagi saya kereta cepat Whoosh ini jauh lebih unggul dibandingkan dengan KA Argo Parahyangan.

Jadi, dari trip report naik kereta cepat Whoosh ini apakah naik kereta cepat Whoosh dapat dikatakan worth it? Menurut saya bisa worth it kalau kalian ada kegiatan terkait pekerjaan, bisnis, meeting dengan klien di Bandung atau ada kantor dekat stasiun Tegalluar misalnya, yang mengharuskan kalian untuk segera tiba di Bandung dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Tapi bisa jadi kurang worth it jika kalian tidak memiliki urusan yang sifatnya urgent untuk ke Bandung. Tapi, sekali-kali jajal naik kereta cepat Whoosh ini saya rasa tidak ada salahnya juga, selama ada budget-nya ya.

“Emang boleh se-Whoosh itu ke Bandung?? Boleh dong!”

About Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Jurnal Blog Alviansyah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

Scroll to Top