Beranda » Kereta » Stasiun Depok Baru Direvitalisasi: Peron Aspal Jadi Granit

Stasiun Depok Baru Direvitalisasi: Peron Aspal Jadi Granit

Stasiun Depok Baru dan revitalisasi peron yang sebelumnya masih berperon aspal, kini telah digantikan dengan granit.

Kabar baik bagi pengguna KRL Commuter Line, terkhusus di jalur Depok ataupun Bogor. Salah satu stasiun di jalur tersebut saat ini sedang dalam proses revitalisasi dan perbaikan fasilitas. Stasiun yang direvitalisasi tersebut adalah stasiun Depok Baru yang berlokasi di Kota Depok.

Selama beberapa tahun belakangan ini, stasiun yang terlihat masif dan menonjol proses revitalisasinya adalah stasiun yang terletak di jalur Serpong/Maja/Rangkasbitung maupun jalur Bekasi/Cikarang. Khusus untuk stasiun di jalur Bekasi/Cikarang, pelaksanaan revitalisasi stasiun bersamaan dengan proyek double-double track atau DDT dari Manggarai hingga Bekasi.

Akan tetapi bukan berarti stasiun yang berada di jalur Depok/Bogor tidak terdapat kegiatan revitalisasi stasiun. Hanya saja revitalisasi stasiun di jalur Depok/Bogor ini memang tidak semasif di jalur Bekasi/Cikarang. Kebanyakan pengerjaan revitalisasi stasiun pada jalur Depok/Bogor ini mencakup pembangunan underpass untuk menyebrang dan berpindah peron hingga penambahan fasilitas berupa lift seperti di stasiun Universitas Pancasila, Depok, Pasar Minggu, Duren Kalibata dan masih banyak lagi. Namun sayang sekali, stasiun yang besar dan selalu ramai oleh penumpang seperti stasiun Depok Baru jarang kebagian untuk direvitalisasi. Stasiun Depok Baru sendiri sebenarnya sudah terdapat underpass sejak lama, hanya saja masih belum ramah bagi para lansia maupun difabel.

Bagian Stasiun yang Direvitalisasi

Kegiatan revitalisasi stasiun Depok Baru ini sebenarnya sudah berlangsung sepanjang tahun 2022 ini. Mulanya berawal dari renovasi mushola stasiun yang awalnya terlihat sempit dan kurang nyaman untuk digunakan. Adapun mushola tersebut kini sudah rampung pengerjaannya dan sudah berfungsi sejak pertengahan tahun 2022 ini. Kini mushola stasiun Depok Baru menjadi terlihat lebih luas, aksesnya lebih mudah dan lebih nyaman untuk digunakan.

Dan pada akhir bulan November yang lalu, pengerjaan revitalisasi dari stasiun Depok Baru ini kembali berlanjut. Kali ini perbaikan yang sedang berlangsung mencakup perbaikan pada bagian lantai peron. Untuk sementara waktu, peron yang tengah direvitalisasi saat ini adalah peron jalur 1 (peron Jakarta) dari stasiun Depok Baru. Adapun untuk peron jalur 2 maupun jalur 3 (peron Bogor), hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan pada lantai peronnya.

Lantai peron yang awalnya masih berupa aspal, kini berganti menjadi granit. Namun sebelum granit tersebut terpasang, peron tersebut dilapisi dengan semen terlebih dahulu sebelum pada akhirnya bisa dipasangi granit. Hal tersebut mengakibatkan bagian peron yang baru menjadi sedikit lebih tinggi ketimbang peron lama yang masih berlapis aspal. Selain itu, pada peron tersebut juga terdapat pemasangan tactile guiding block yang bermanfaat bagi para pengguna disabilitas ataupun difabel.

Berikut adalah dokumentasi yang saya peroleh pada pertengahan minggu Desember yang lalu.

Stasiun Depok Baru yang direvitalisasi pada bagian peron
Stasiun Depok Baru yang direvitalisasi pada bagian peron
Stasiun Depok Baru yang direvitalisasi pada bagian peron
Stasiun Depok Baru yang direvitalisasi pada bagian peron
Terdapat spanduk terkait pengerjaan revitalisasi peron ini.

Bangunan Baru

Selain perbaikan pada bagian peron, stasiun Depok Baru yang sedang direvitalisasi ini juga terdapat konstruksi bangunan baru. Bangunan tersebut merupakan bagian dari peningkatan fasilitas perjalanan KRL Commuter Line di lintas Depok/Bogor. Salah satu bangunan tersebut jika dilihat dari bentuk bangunannya merupakan gardu listrik yang baru. Sementara satu bangunan lainnya belum diketahui peruntukannya.

Bangunan baru di stasiun Depok Baru

Beda Ketinggian Peron

Walaupun stasiun ini sedang dalam proses revitalisasi peron, nyatanya hal tersebut belum dapat menyelesaikan masalah klasik yaitu beda tinggi (gap) antara peron dengan kereta. Dari gambar di atas, masih terlihat jelas perbedaan ketinggian antara peron dengan lantai kereta. Meskipun selisih beda ketinggiannya semakin berkurang semenjak adanya perbaikan pada peron stasiun.

Selama masih menggunakan kereta KRL bekas dari Jepang, masalah tersebut tidak akan terselesaikan. Karena antara KRL dari Jepang dengan KRL buatan INKA memiliki standar dan spesifikasi yang berbeda. Dahulu saat pernah menaiki KRL seri KfW i9000 yang saat itu masih beroperasi di Jabodetabek, beda tinggi antara lantai kereta dengan peron tidak terlalu jauh seperti saat menaiki KRL bekas dari Jepang.

Bagian Lain pada Stasiun Depok Baru yang Perlu Direvitalisasi

Menurut saya, sebenarnya stasiun Depok Baru ini perlu dilakukan revitalisasi pada bagian lainnya, terutama terkait area untuk berpindah peron. Akses underpass yang menghubungkan antara peron jalur 1, 2 dan 3 ini terdapat ketimpangan dari segi pintu aksesnya. Pada peron jalur 1, akses underpass jauh lebih lebar jika dibandingkan dengan akses pada peron jalur 3. Sehingga sering terjadi ketersendatan saat menuju akses underpass dari jalur 3, terutama saat jam sibuk.

Idealnya untuk stasiun ini, sudah seharusnya terdapat fasilitas lain seperti eskalator ataupun lift yang bisa memudahkan untuk berpindah peron, tanpa kendala yang berarti. Sehingga perpindahan penumpang dari jalur 1 ke jalur 3 bisa menjadi lebih lancar dan tanpa hambatan.

About Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Jurnal Blog Alviansyah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

Scroll to Top