Beranda » Fotografi » Ruang Liminal

Ruang Liminal

Sudut Ruang Liminal di Mal Blok M yang Kosong

Berawal dari sebuah konten video di YouTube, saya penasaran dengan salah satu aliran fotografi yang bertemakan “liminal space” atau ruang liminal. Konten video tersebut tiba-tiba muncul di rekomendasi saya secara acak. Berhubung saya juga menyukai dan punya hobi di fotografi, akhirnya saya klik video tersebut. Dan dari video itulah, saya mulai mengenal foto yang bertemakan ruang liminal.

Sumber: YouTube (Channel: Tangan Belang)

Sejujurnya agak sulit kalau saya yang menjelaskan definisi dari ruang liminal di tulisan ini. Akan tetapi dari konten video di atas, setidaknya bisa menjelaskan secara jelas definisi dari ruang liminal.

Dari video tersebut, yang saya tangkap mengenai ruang liminal adalah suatu ruang atau fase perantara, peralihan atau persinggahan antara apa yang telah terjadi dengan apa yang akan terjadi berikutnya. Definisi lain menyebutkan bahwa ruang liminal diartikan sebagai suatu lokasi atau ruang yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain. Biasanya ruang liminal ini identik dengan sebuah tempat yang kosong, sepi, terbengkalai yang bisa memberikan perasaan aneh, takut hingga tidak nyaman bagi beberapa orang.

Dikutip dari video tersebut disebutkan bahwa ruang liminal difungsikan sebagai ruang untuk beraktivitas oleh banyak orang. Jika ruang liminal itu kosong, maka akan memberikan kesan aneh, menyeramkan dan tidak wajar. Hal ini memunculkan adanya disorientasi dari apa yang seharusnya dengan realita yang terjadi. Misalnya, koridor dari suatu mal yang seharusnya ramai oleh lalu lalang orang yang berbelanja namun kenyataannya kosong dan sepi. Atau sebuah peron stasiun kereta api yang biasanya ramai oleh penumpang, namun sepi karena banyak orang yang sedang WFH. Hal ini sangat kontradiktif dengan ekspektasi dari pemikiran setiap orang atas tempat tersebut.

Hunting Foto Ruang Liminal di Blok M

Bicara soal fotografi, memang nggak cukup kalau hanya belajar teorinya saja tanpa mempraktikkannya. Dan saya sendiri sudah melakukannya di suatu tempat di bulan Desember 2021 lalu. Suatu hari setelah saya bekerja di kantor, sore harinya saya iseng untuk bepergian ke suatu tempat. Dimana pada masa pandemi seperti ini, saya sudah jarang sekali berpergian dan berjalan-jalan ke tempat tertentu. Jadi rasa ingin travelling saya saat itu kembali meningkat.

Adapun tempat yang saja tuju saat itu adalah di sebuah mal yang terletak di kawasan Blok M, Jaksel. Mal tersebut bernama Mal Blok M yang berlokasi tepat berada di bawah terminal Bus Blok M. Mal ini merupakan sentra otomotif, onderdil dan aksesoris mobil yang ada di Blok M. Berbeda sekali dengan mal lainnya seperti Blok M Plaza dan Blok M Square, Mal Blok M ini sangat sepi dan sudah banyak ditinggalkan oleh pemilik lapak yang berjualan disana. Hanya ada beberapa lapak saja yang masih buka, sisanya tutup dan tidak ada pemiliknya. Kebanyakan lapak di mal tersebut menjual aneka barang seperti pakaian hingga tas.

Di area timur mal yang berdekatan dengan pintu masuk keluar terminal Blok M, masih ada beberapa lapak dan orang yang berjualan dan membeli sesuatu. Akan tetapi di area barat dari mal ini kondisinya sangat kontras. Pada area barat Mal Blok M yang lokasinya tak jauh dari Circle K, sama sekali tidak ada lapak yang buka dan keramaian orang yang berbelanja. Justru menurut saya, di sisi barat Mal Blok M inilah merupakan spot yang paling representatif untuk mendapatkan foto bertemakan ruang liminal.

Di bawah ini adalah beberapa hasil foto bertema ruang liminal yang saya dapatkan saat hunting di Mal Blok M.

Untuk mendapatkan foto bertema ruang liminal, tidak perlu menggunakan kamera yang mahal seperti kamera SLR. Cukup dengan menggunakan kamera smartphone, kalian bisa menghasilkan foto dengan tema ini.

Sebenarnya spot foto terkait ruang liminal ini ada banyak sekali. Tidak hanya di mal yang sepi atau toko yang akan tutup, tapi bisa juga di tempat lain seperti rumah kosong, lorong suatu bangunan dan tempat lainnya.

About Author

Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Jurnal Blog Alviansyah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Scroll to Top